2juh.com – Berita Terkini | Wanita ABG yang ditemukan oleh warga di kebun tomat pada tanggal 29 Januari lalu akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan selama kurang lebih dua minggu di rumah sakit. Kejadian bermula pada saat warga kelurahan Kampung Muncang, Kelurahan Cipangeran, Kabupaten Cimahi mendengar suara rintihan seorang wanita dari arah kebun tomat.

Dikuti dari TribunBogor.com, gadis ABG ini ditemukan oleh salah seorang petani tomat bernama pak Dindin (45 tahun) yang baru saja pulang dari ladang setelah mengecek kebun sayurannya. Pada saat pertama kali ditemukan, gadis ABG berinisial ZNS ini dalam kondisi bersimbah darah penuh luka.

Saat itu (ujar pak Dindin) kondisi di lokasi sangat sepi karena kejadian berlangsung pada malam hari. Setelah mendengar suara rintihan dari seseorang, pak Dindin mencoba untuk mencari asal suara hingga akhirnya menemukan seorang gadis ABG dalam kondisi kritis bersimbah darah yang ditutupi bambu kering.

Karena kondisinya yang cukup parah, pak Dindin membawa korban ke rumah sakit terdekat, yaitu RSUD Cibabat dengan dibantu oleh warga. Hasil visum sementara oleh kepolisian menemukan bahwa ABG ini dalam kondisi mabuk berat (teler). Korban diperkosa dalam kondisi mabuk berat, sebelum akhirnya di tinggalkan di kebun tomat.

Dari hasil penyelidikan oleh kepolisian juga diketahui bahwa korban pada awalnya diajak oleh mantan pacarnya yang berinisial NN untuk menemui salah seorang temannya (Pelaku) yang bernama Nanang. NN mengajak ZNS untuk menemui Nanang dengan mengendarai motor. Setibanya di lokasi, Nanang meminta NN untuk membeli minuman keras dan mencekoki ZNS dengan minuman keras hingga teler. ZNS dicekoki oleh Nanang hingga lemas dan hampir pingsan. Mengetahui korban dalam kondisi tak berdaya, Nanang membawa korban ke kebun tomat untuk melampiaskan nafsu bejatnya. Dengan sisa tenaga yang ada, ZNS mencoba melakukan perlawanan. Karena ZNS memberontak, Nanang menusuk wajah korban dengan bambu hingga terluka dan berdarah.

ZNS yang terbaring lemas selama kurang lebih dua minggu di rumah sakit akhirnya tidak mampu bertahan dan menghembuskan nafas terakhir pada hari Kamis (13 Februari 2020) tepat setelah 2 minggu menjalani masa perawatan di rumah sakit.