Tulisan ini disadur dari hasil penelitian empiris yang dilakukan oleh Jamal & Budke (2020). Artikel yang mereka ulas sangat menarik karena memberikan perspektif baru mengenai pandemi wabah Covid-19 yang bermula di Kota Wuhan, China. Lebih dari itu, artikel ini juga mengulas dampak Covid-19 pada sektor pariwisata dan pengaruhnya terhadap masa depan industri ini.

Wabah coronavirus bukan hanya satu kali ini saja meresahkan penduduk dunia. Sebelum wabah Covid-19 terjadi, wabah coronavirus lainnya telah mengejutkan masyarakat di banyak negara di seluruh penjuru dunia dengan kemunculan wabah SARS dan MERS. SARS muncul pertama kali di Tahun 2002 yang diidentifikasi sebagai penyakit pneumonia atipikal. SARS pertamakali ditemukan di Provinsi Guangdong di Cina selatan pada November 2002 yang kemudian menyebar dengan cepat di seluruh Asia Tenggara. Dampak dari SARS cukup mengejutkan, yang mana pada tanggal 2 April 2003, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Guangzhou dan Hong Kong sebagai tujuan wisata berisiko tinggi dan segera menyatakan beberapa daerah di China sebagai zona epidemi. Turis-turis internasional diperingatkan untuk tidak berkunjung, sementara semakin banyak negara mulai membatasi pelancong Tiongkok memasuki negara mereka (Zeng et al., 2005). Setelah wabah SARS berlalu, pada Tahun 2012 dunia kembali dikerjutkan dengan munculnya wabah MERS.