2juh.comBerita Travel | Yogyakarta adalah sebuah kota di Jawa Tengah yang ramai dikunjungi oleh para wisatawan, baik wisatawan domestik maupun wisatawan asing. Yogyakarta atau akrab dengan sebutan jogya merupakan tempat tujuan wisata kedua setelah bali. Seperti namanya yakni Daerah Istimewa Yogyakarta, kota ini sangat istimewa karena keramahan dan  kesantunan  warga asli jogja menjadi salah satu  daya tarik  wisatawan. Yogyakarta tidak hanya memiliki beragam destinasi wisata alam, wisata sejarah, wisata belanja, dan budaya, namun juga menyajikan wisata malam yang sangat mempesona. Semaraknya kota gudeg ini justru baru dimulai ketika matahari terbenam. Disetiap sudut kota selalu ada spot-spot yang menarik dan romantis yang bisa dinikmati dan diabadikan dengan kamera maupun ponsel walau hanya sekedar duduk-duduk bersama teman, keluarga, dan orang terkasih menikmati gemerlap kota.

Berikut adalah tempat wisata malam yang asyik untuk dikunjungi di Yogyakarta:

Jalan Malioboro

Sepanjang jalan Malioboro merupakan hamparan para pedagang yang menjajakan dagangan mereka mulai dari makanan, aksesories, produk fashion, kerajinan tangan, hingga pergelaran musik tradisional yang mempesona dari para pengamen angklung yang biasa manggung di trotoar. Malioboro juga merupakan jantung Kota Yogjakarta hingga tak heran jika hampir semua wisatawan datang ke pusat berbelanja di kota ini. Semaraknya lampu-lampu di sepanjang jalan Malioboro menambah keceriaan malam. Tak hanya sebagai tempat surga belanja, di Malioboro pun banyak terdapat tempat penginapan bagi para wisatawan yang berkunjung.

Alun-alun Kidul Yogyakarta

Di arah selatan Malioboro, kalian akan menemui lokasi alun-alun kidul Kota Yogyakarta atau lebih dikenal dengan nama alkid yang merupakan salah satu tujuan favorit wisatawan. Alkid merupakan salah satu ruang publik dan arena hiburan  untuk masyarakat yang tidak dikenakan sama sekali biaya masuk atau retribusi. Tempat wisata ini tak pernah sepi pengujung atau justru terlihat lebih ramai ketika menjelang malam hari.

Beragam aktifitas menarik yang bisa kalian lakukan disini mulai dari menyantap berbagai macam dagangan dari para pedagang asongan yang menjajahkan makanan seperti makanan cemilan hingga berbagai macam jenis makanan berat yang mengugah selera.

Selain berwisata kuliner, di tempat ini juga terdapat penyewaan sepeda gembira atau odong-odong yang telah dimodifikasi sedemikian ciamik dengan kerlipan lampu-lampu yang ceria dan lantunan musiknya membuat sensasi yang tak terlupakan  di kota gudeg ini.

Disisi tengah lapangan alkid ini terdapat 2 pohon beringin besar yang merupakan icon atau pembeda antara alun-alun lor dan alun-alun kidul. Pohon inilah yang menjadi salah satu daya tarik destinasi mengunjungi alkid, karena menyajikan  salah satu ritual  yang cukup popular dikalangan masyarakat maupun wisatawan. Ritual yang sering dilakukan oleh wisatawan adalah ritual “laku masangin”. Konon mitosnya, barangsiapa yang sukses melakukan ritual laku masangin berarti orang tersebut memiliki  hati yang bersih dan dipercaya akan segera terkabul keinginannya.  Percaya atau tidak, banyak orang mecoba melakukannya hanya untuk sekedar memuaskan arasa penasaran. Ritual ini sebenarnya  terlihat cukup mudah, hanya berjalan diantara 2 pohon beringin besar sambil menutup mata. Jika orang tersebut lolos melewati tengah-tengan di antara kedua pohon tersebut maka akan dianggap lolos.

Kawasan Titik Nol Kilometer

Yogyakarta memang tak pernah berhenti menawarkan kenyaman dan kerinduan, banyak tempat-tempat yang begitu nyaman untuk dinikmati di malam hari.  Tak jauh dari malioboro, terdapat persimpangan dengan tampilan gaya Eropa karena dikelilingi bangunan-bangunan kuno yang menjadi cagar budaya. Kawasan ini dinamai tiik nol kilometer. Spot ini menjadi ikonik Kota Yogyakarta karena tampilannya yang mempesona. Disetiap sudut-nya terdapat bagunan yang bersejarah seperti Kantor Pos, Bank BNI, Monument Sejarah Sebelas Maret dan Benteng Vredeburg. Selain bangunan bersejarah yang terlihat seperti mininya eropa, wisatawan juga dapat menikamati romantisnya malam di bangku-bangku yang disedikan di sekitar titik 0 kilometer untuk sekedar mengobrol atau menikmati kopi dan makanan yang dijual oleh pedagang keliling dan ditambah dengan suguhan pertunjukan musisi jalanan yang menampilkan suara dan lantunan musik yang membuat malam anda semakin syahdu.

Tak hanya itu, setiap malam minggu di titik 0 km para wisatawan tak perlu jauh-jauh ke Thailand untuk menonton cabaret show,  karena disini para pengunjung dapat menonton pertunjukkan cabaret show di Kafe Oyot Godhong yang menampilkan pertujukan dengan menyajikan kelihaian para waria melakukan lipsync sekaligus menari di atas panggung dan membuat para pengunjung kagum hingga terpingkal-pingkal karena aksi lucu mereka.

Tugu Jogja

Tugu yogya adalah landmarknya Kota Jogja yang berada  dipersimpangan  AM. Sangaji, Jalan  Diponegoro, Jalan Sudirman, dan Jalan Margo Utomo. Tugu ini adalah tanda garis batas antara gunung Merapi dengan Keraton Yogyakarta dan pantai selatan. Sejak sore hingga malam hari tempat ini ramai dikunjungi oleh wisatawan untuk berswa foto atau menikmati suasana khas Yogyakarta.

Taman Pelangi

Taman pelangi atau taman monjali berlokasi di halaman monument jogja kembali, ringroad utara. Taman ini menyuguhkan lampion-lampion yang berwarna-warni nan indah di saat malam hari. Untuk bisa menyaksikan warna-warni pesta lampion ini, pengunjung dikenakan biaya masuk sebesar Rp15,000/orang pada hari biasa dan Rp20,000/orang pada akhir pekan.